Perlukah Database di Defrag ?

  Untuk membuat Database agar selalu berjalan dengan lancar merupakan salah satu tugas dari Database Administrator (DBA), terutama di area perawatan database. Performance Database dapat melambat seiring berjalannya waktu, dan dapat disebabkan oleh berbagai hal mulai dari keterbatasan memory, media penyimpanan sampai pada penambahan jumlah user.

Salah satu hal yang perlu di perhatikan oleh DBA adalah data fragmentation. Data fragmentation adalah kondisi dimana data tersimpan di dalam blok data yang tidak berurutan tetapi tersebar di berbagai tempat. Bagaimana data tersebut disimpan bergantung pada filesystem dari sistem operasi yang dipergunakan.

Apakah anda pernah memakai software defragmentation ? Software ini sangat populer dikalangan para pengguna sistem operasi Windows. Saya sering menggunakan software ini dikala masih menggunakan sistem operasi Windows 95 dan XP. Software ini akan mengatur, mengkelompokkan, dan mengurutkan kembali file file yang ada di dalam media penyimpanan. Hasilnya performa sistem operasi menjadi lebih baik dan lebih cepat dibandingkan sebelum di lakukan defrag.

Hal yang sama berlaku juga untuk Database. Mengapa ? karena cara database menyimpan data bergantung pada filesystem yang dipergunakannya. Sehingga jika file dapat ter-fragmentasi tentu Database juga dapat ter-fragmentasi.

Apakah semua Database akan ter-fragmentasi ? tentu saja, seiring berjalannya waktu dan pemakaian database tersebut. Semakin banyak operasi insert, delete, update terhadap suatu tabel di dalam database, semakin besar kemungkinan tabel dan indexnya mengalami fragmentasi. Ini adalah hal yang normal, wajar saja, dan pasti akan dialami. Sehingga diperlukan proses untuk melakukan defragmentation terhadap database.

Secara umum, database yang telah didefrag memiliki kecepatan baca atau query atau operasi select akan lebih baik. Tools yang dipergunakan umumnya berupa script database. Ada juga software buatan pihak ketiga yang khusus melakukan defrag terhadap database.

Bagaimana dengan anda, sudahkah anda melakukan defrag terhadap database anda ?

Author: Nareswara

Ordinary People with eye glasses

4 thoughts on “Perlukah Database di Defrag ?”

    1. Secara teori sih tidak perlu, karena database oracle yang memakai asm sangat canggih, dapat mengatur penyimpanan data sehingga fragmentasi data dapat di hindari, sehingga database relatif tidak perlu di defrag. Tetapi jika kita menggunakan variabel extent size dan memiliki transaksi seperti yang dijelaskan diatas, kemungkinan file sistem nya perlu di defrag setelah sekian lama penggunaan, mungkin setelah 3 atau 6 bulan. Jadi file sistemnya yang perlu di defrag, bukan databasenya.

  1. Kang,

    Kalau mau defrag Postgresql gimana yak?
    Kadangkala kita buat Temporary table, apakah itu juga dapat menyebabkan fragmentasi?

    Thanks,

    1. iya ini sedang disiapkan seri tulisan berikutnya untuk melakukan defrag di postgresql, ditunggu ya. Soal Temporary table, pasti bisa juga menyebabkan fragmentasi, yang perlu diperhatikan adalah temporary table harus di kontrol lewat mekanisme transaction. Kalau dirasa temporary table harus lebih lama lagi, semisal sessionnya hidup 24jam, lebih baik pakai permanent table saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *