Apa itu Database OLTP ?

  OLTP adalah singkatan dari On-line Transaction Processing. Menurut Wikipedia,

Online transaction processing, or OLTP, is a class of information systems that facilitate and manage transaction-oriented applications, typically for data entry and retrieval transaction processing. The term is somewhat ambiguous; some understand a “transaction” in the context of computer or database transactions, while others (such as the Transaction Processing Performance Council) define it in terms of business or commercial transactions.[1] OLTP has also been used to refer to processing in which the system responds immediately to user requests. An automatic teller machine (ATM) for a bank is an example of a commercial transaction processing application.

Jadi, OLTP adalah sistem informasi yang berbasis transaksi. Transaksi dalam konteks Applikasi OLTP adalah satu proses transaksi atau satu cyle, ada awal ada akhir. Proses transaksi di dalam applikasi sendiri bervariasi jenisnya,  antara lain :

  • Proses penyimpanan 1 form, contoh 1 Purchase Order, 1 Sales Order, 1 Material Incoming dan lain lain
  • Proses End of Month, contoh proses akhir bulan Accounting, akhir bulan Banking, dan lain lain
Semua jenis transaksi tersebut diatas itulah yang disebut Proses Transaksi atau transaction processing.  Sedang yang dimaksud dengan Transaksi Database adalah proses menyimpan sebuah record dalam suatu tabel. Sehingga dengan penjelasan ini, 1 Transaksi Applikasi dapat berisikan ribuan Transaksi Database.
Database OLTP harus didesain dan di rancang untuk menangani kegiatan Transaksi Applikasi. Desain databasenya memiliki karakteristik sebagai berikut :
  • Normalisasi
    • Tabel tabel yang dimiliki selalu dalam bentuk tabel normalisasi atau 90% atau lebih dari tabel yang dimilikinya dalam bentuk normalisasi
  • Database Blok berukuran kecil, 2 kilobyte atau 4 kilobyte
    • Setiap blok penyimpanan di database umumnya memakai besaran 2kb atau 4kb
    • Ukuran blok yang kecil ini akan mempercepat proses pencarian data yang spesifik
  • Transaction Control
    • Selalu menggunakan transaction contol, yakni begin transaction, end transaction, commit dan rollback.
    • Kontrol ini dipergunakan untuk memastikan 1 Transaksi Applikasi berjalan semestinya hingga akhir dengan benar.

Dengan karakteristik seperti itu, maka Transaksi Applikasi di database OLTP haruslah transaksi yang memiliki proses penyimpanan dengan cepat. Kecepatannya harus kurang dari 60 detik. Lebih cepat lebih baik. Misal, 1 Transaksi Applikasi, menyimpan 1 Form Purchase Order, haruslah kurang dari 60 detik. Jadi semua Transaksi Applikasi jenis OLTP ini harus cepat.

Bagaimana dengan Proses Analisa ? Proses analisa umumnya melibatkan banyak tabel yang harus di join. Semakin banyak tabel yang di join akan mempengaruhi kecepatan pemrosesan data. Proses Analisa tetap dapat di lakukan dengan menggunakan database OLTP, tetapi ada keterbatasan di dalamnya, karena normalisasi, atau karena blok database. Seberapa besar batasan yang dapat diterima itu harus ditentukan. Jikalah Proses Analisa cukup tinggi pengunaannya, lebih baik proses analisa dilakukan di DATAWAREHOUSE.

Author: Nareswara

Ordinary People with eye glasses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *