Mengapa harus Dojo Toolkit ?

  Dojo Toolkit merupakan salah satu pustaka javascript yang cukup terkenal di antara para web developer. Pustaka ini dapat dipergunakan untuk mengembangkan applikasi kelas menengah hingga Enterprise. Pengembangnya juga sanat aktif dengan dukungan dari vendor vendor kelas dunia, seperti IBM, Cisco, AOL, Sun dan lain lainnya.

Kang, apa artinya dojo tidak bisa dipergunakan untuk membangun applikasi kecil ? Bisa, tetapi akan kurang tepat guna, lebih baik kita memilih mengunakan pustaka yang lainnya

Mengapa memilih Dojo Toolkit untuk project pawang ? Mengapa tidak ExtJs, JQuery atau Prorotype ?

1. Open Source

Dojo 100% open source, dimana source code nya dimiliki oleh Dojo Foundation atau yayasan Dojo. Hal ini akan memastikan segala hal yang berbau dojo toolkit tidak jatuh ke dalam tangan suatu perusahaan. Definisi Open yang dimaksud ini dapat anda lihat disini.

2. BSD & MIT Licence

Dojo Toolkit memiliki licence BSD dan MIT, sehingga akan memudahkan pengembang untuk memilih dojo dalam applikasi mereka. Dengan licence ini, applikasi yang dibuat dapat di perjualbelikan secara komersil.

3. Widget yang banyak.

Dengan adanya widget ini, kita bisa focus untuk membuat applikasi. Tidak perlu terlalu focus kepada UI.

4. GRID dan Chart.

GRID adalah User Interface seperti spreadsheet. GRID didalam dojo cukup powerful dan dapat di kembangkan lagi.

5. Comet dan HTML5.

Comet adalah salah satu feature yang memungkinkan terjadinya komunikasi realtime 2 arah antara browser dan server. HTML5 adalah standard HTML yang baru. Dua hal ini adalah teknologi yang baru yang sudah ada di dalam dojo.

Itulah alasan utama menggunakan Dojo. Licence dan GRID adalah dua hal yang penting. GRID akan sangat sering dipergunakan didalam project pawang.

Sebenarnya ada alternatif yang lainnya, yakni menggunakan ExtJS dimana Widget dan Grid dari ExtJs bisa diperbandingkan dengan Dojo. Tetapi karena alasan kepemilikan licencenya yang saat dini dimiliki sencha sajalah, maka saya memutuskan untuk memakai Dojo. Coba anda ingat kasus open source project milik Sun yang sekarang jatuh ke tangan Oracle.

Author: Nareswara

Ordinary People with eye glasses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *