RAID bukan untuk BACKUP Data

  Woa, apa tidak salah itu ? Menurut pengalaman saya, tidak, itu benar adanya. Tetapi setiap orang pasti memiliki pendapat masing masing. Jadi pendapat saya ini pun bisa di sanggah juga.

Mari kita lihat apa tujuan backup tersebut. Menurut Wikipedia, Backup adalah ” a backup, or the process of backing up, refers to the copying and archiving of computer data so it may be used to restore the original after a data loss event.”.

Jadi backup adalah proses untuk menduplikasi data dan menyimpannya sehingga data tersebut dapat dipergunakan untuk proses restore atau mengembalikan data setelah terjadinya kejadian kehilangan data.

Proses kehilangan data dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain :

  • Kesalahan Manusia (Human Error)
    • salah delete data
    • pencurian
  • Kegagalan Perangkat Keras (Hardware Failure)
    • komputer rusak
    • kontroller media penyimpanan rusak
  • Kejadian Alam ( Catastropic Damage)
    • banjir
    • puting beliung
    • gempa bumi
  • Virus Komputer (Computer Virus)
  • Kesalahan Perangkat Lunak (Software Bugs)
  • dan sebagainya.

Sistem RAID tidak dapat menangani semua penyebab kehilangan data, hanya sebagian kecil dari bagian kegagalan perangkat keras saja. Sehingga RAID tidak seharusnya dipergunakan untuk BACKUP DATA.

RAID adalah teknologi yang dirancang untuk meningkatkan performa media penyimpanan dengan cara menggabungkan beberapa media penyimpanan dalan satu unit yang besar. RAID sekarang adalah teknologi yang murah dan mudah di dapat. RAID arti lengkapnya adalah Redundant Array of Independent Disks. Kata kata Redundant inilah yang sering disalah artikan sebagai BACKUP.

Jadi BACKUP lebih luas artinya daripada RAID. Saya tetap memerlukan RAID, tetapi RAID bukan untuk BACKUP.